Pamerindo Hadirkan Pameran Teknologi Digital dan Seminar Inovasi

Pameran teknologi digital pertama bertajuk NXT Indonesia 2018 akan digelar pada 24-26 Oktober mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara tersebut diadakan bersamaan dengan kegiatan tahunan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia serta Indonesia Digital Economy Summit.

Ben Wong, Managing Director Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara seluruh pameran, menjelaskan, dengan cepatnya perkembangan ICT global saat ini, ketiga pameran tersebut hadir sebagai satu kesatuan platform untuk lebih menyoroti pada perkembangan teknologi baru dan solusi bagi perusahaan. Termasuk Augmented Reality / Virtual Reality, Big Data, Cloud, Cybersecurity, Internet of Things (IoT), Robotika, dan Kecerdasan Buatan (AI).

Menyoroti tren teknologi utama dalam industri penyiaran, hiburan, media, dan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK), pameran ini juga akan merangkum berbagai teknologi terkini terkait jaringan dan operator internet, penyedia konten, konsultan IT, hingga satelit dan integrator sistem.

Lewat sesi konferensi Indonesia Digital Economy Summit 2018 yang juga digelar berbarengan dengan pameran, konferensi ini dimaksudkan sebagai platform pertukaran pengetahuan yang menghadirkanlebih dari 45 pembicara eksekutif di bidang teknologi dan telekomunikasi dari berbagai pengalaman dan keahliannya.

Sebagai pembicara, akan ditampilkan sosok-sosok berpengaruh di balik Facebook, Telkomtelstra, Tokopedia, Alibaba Cloud, The Jakarta Post Digital, McAfee, Gojek dan masih banyak lagi. Para pembicaradihadirkan untuk membahas tentang pemetaan infrastruktur digital, digitalisasi ekonomi, bagaimana bisnis dan teknologi beriringan dengan inovasi digital hingga berbagai tren big data yang membawa inovasi baru di dalam bisnis.

Terdapat sejumlah topik yang akan dibahas dari sisi komunikasi, penyiaran, media, dan disrupsi teknologi. Antara lain mengenai Industri 4.0 dari sisi kesiapan pasar, ancaman, dan peluang. Ada juga topik evolusi digital di era media, dengan fokus pembahasan mengenai manajemen asset digital untuk pengoptimalan konten.

Topik lain yakni digital factory, dengan fokus pembahasan bagaimana mengcapture system data dan mengimplementasikan ke dalam LEAN flow design. Ada juga pembahasan industri Blockchain.  Juga, pembahasan mengenai big data dan bagaimana inovasi digital telah mengubah ekosistem bisnis.

Kemudian ada pembahasan mengenai masa depan televisi dan arah bisnisnya. Juga mengelaborasi peluang pemanfaatan Hight Trhoughput Satellite (HTS) untuk membangun digital nation

Dari sisi pameran, Ben Wong menjelaskan, lebih dari 100 eksibitor dari lebih dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Singapura, Taiwan, dan Tiongkok akan berpartisipasi dalam pameran yang diperkirakan akan mendatangkan 5,000 buyers dan profesional di industri yang terkait. Komponen yang disajikan beragam, mulai dari broadband & manajemen perangkat seluler, aplikasi seluler dan fintech, hingga teknologi nirkabel dan transmisi untuk serat optik.

Kristiono, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), mendukung penuh pameran ini, sekaligus menjelaskan bahwa infrastruktur digital Indonesia akan membawa peluang positif, hingga USD 150 milyar, terhadap perekonomian global dunia di tahun 2025.

Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50% total penduduk di Indonesia.

Kata Kristiono, saat ini terdapat tantangan baru untuk dapat beradaptasi di era transormasi digital yang terus berevolusi. Mulai dari keterbatasan akses, kesiapan infrastruktur, hingga keterbatasan akses pendanaan bagi start-up. 

Karenanya, perlu beragam perangkat canggih agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses TIK yang memadai. Inovasi inilah yang akan menjawab setiap tantangan tranformasi digital yang dialami di Indonesia.  

Sistem cerdas dan TIK memegang peranan penting dalam menyukseskan tercapainya industri 4.0 di Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mencanangkan pemetaan industri 4.0 yang berfokus pada empat teknologi, termasuk IoT dan penggunaan teknologi digital untuk industri (big data, AR, Cloud, cybersecurity).

Bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Indonesia, saat ini pemerintah juga mengembangkan Palapa Ring, atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36,000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

“Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan besarnya dukungan serta terpenuhinya pembangunan dan akses TIK yang memadai, negara ini pasti akan terus mengalami kemajuan yang pesat,” tegas Kristiono. 

Kunjungi pamerannya dan jangan lewatkan kesempatan untuk mendengar para expertise industri di Indonesia Digital Economy Summit 2018 – semua di bawah satu atap!

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://www.nxtindonesia.com/, https://www.communicindonesia.com/, and https://www.broadcast-indonesia.com/

Sumber : Commercial Content
Editor: indah sulistyorini

Sumber : Commercial Content
Editor: indah sulistyorini

ADS