ADD Kotamobagu Lebih Besar dari Dana Desa

Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Manado: Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, menganggarkan Rp40 miliar untuk alokasi dana desa (ADD) 2019. Sebanyak 15 desa yang ada di Kotamobagu mendapat jatah sekitar Rp2 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kotamobagu, Teddy Makalalag mengatakan jatah ADD besar lantaran daerahnya hanya memiliki 15 desa. Anggaran itu bahkan lebih besar dari jumlah nominal dana desa yang totalnya hanya Rp17 miliar untuk 15 desa.

“ADD itu diambil dari dana 10 persen APBD. Jika tidak, pemerintah pusat yang akan langsung memotongnya,” terang Teddy saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 18 Januari 2019.

ADD berfungsi sebagai pelengkap biaya yang tidak bisa ditanggung dana desa. ADD juga dapat dipakai untuk pembangunan infrastruktur desa.

“Penggunaan ADD seperti untuk pembangunan jalan desa, pengadaan dan pemeliharaan fasilitas, belanja desa, pemberdayaan masyarakat termasuk gaji perangkat desa,” ujarnya.

Meski memiliki anggaran yang cukup besar, Teddy menegaskan pembayaran gaji perangkat desa seperti kepala dusun atau kepala RT/RW diatur secara merata.

“Di mana untuk kepala dusun itu diatur Rp1 juta per bulan dan diterima per triwulan sementara untuk RT/RT mendapatkan gaji Rp900 ribu per bulan dan diterima per triwulan,” jelasnya.

Teddy mengaku untuk penyetaraan gaji perangkat desa dengan aparatur sipil negara masih  menunggu aturan resmi yang akan dikeluarkan pemerintah. Pemerintah daerah hanya mengatur teknis.
 

(SUR)