Bahan Peledak Ditemukan di Lokasi Mutilasi Sulteng

Jakarta: Polisi menyita sejumlah bahan peledak di lokasi penemuan potongan kepala di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Korban mutilasi inisial RB alias A, 34, diduga ulah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dua Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob Polri telah diminta melakukan pengejaran. Identifikasi di tempat kejadian perkara juga dilakukan demi mencari petunjuk penyelidikan. 

“Berhasil diamankan barang bukti berupa tiga buah bom lontong, dua amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter, tujuh selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, dan satu buah teropong siang,” ujar Dedi di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019. 

Dedi menyatakan, motif dan modus mutilasi itu belum bisa disimpulkan. Termasuk dugaan potongan tubuh yang sengaja dibuang jauh dari tempat kejadian agar memancing aparat.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah korban sempat disandera oleh kelompok MIT sebelum dibunuh. Dedi hanya memastikan kondisi di daerah itu telah kondusif. 

“Saat ini kondisi telah berhasil dikembalikan, Satgas Tinombala pun telah melakukan pengejaran,” ujarnya.

Baca: Polisi Belum Simpulkan Motif Mutilasi di Sulteng

Sebelumnya, potongan kepala seorang warga inisial RB ditemukan pada Minggu, 30 Desember 2018. Warga yang mendapati informasi temuan kepala itu langsung melapor ke polisi. 

Saat proses evakuasi, kendaraan petugas justru diadang batang pohon yang diduga sengaja ditumbangkan di tengah jalan. Anggota polisi yang membuka jalan kemudian diserang oleh orang yang diduga dilakukan kelompok MIT. 

Petugas dihujani peluru dari lereng gunung dan bukit. Dua petugas terkena tembak. Kontak senjata pun terjadi. 

(DMR)