Gelombang Tinggi, Wisatawan di Banten Diimbau Tidak Berenang

Ilustrasi gelombang tinggi. Medcom.id /Kuntoro Tayubi.

Lebak: Wisatawan diminta tidak berenang di pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak, Banten, karena gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter. Gelombang tersebut dinyatakan cukup berbahaya.

“Kita berharap wisatawan dapat menaati peringatan imbauan itu,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi seperti dilansir Antara, Selasa, 15 Januari 2019.

Larangan berenang di sekitar pantai selatan Kabupaten Lebak guna mencegah kecelakaan laut. Berdasarkan laporan dari BMKG Banten selama sepekan ke depan, cuaca di pesisir pantai selatan memburuk, karena ada tekanan rendah di Perairan Samudera Hindia.       

Ketinggian gelombang berpeluang mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam. Karena itu, wisatawan diimbau tidak berenang di sekitar pantai selatan karena sangat berbahaya.

“Kami minta wisatawan tidak berenang karena khawatir mereka tersapu gelombang tinggi,” jelasnya.

Ia menjelaskan cuaca pesisir pantai selatan yang berhadapan langsung perairan Samudera Hindia memiliki karakter berbeda dengan pantai di Selat Sunda bagian utara. Gelombang pantai selatan cukup tinggi juga banyak karang-karang, sehingga berbahaya bagi pengunjung yang berenang di sekitar pantai itu. Bahkan, banyak pengunjung yang berenang terseret gelombang laut itu.

BPBD melarang pengunjung berenang di sekitar Pantai Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Sukahujan, Cihara, Bayah, Ciantir dan Sawarna berbahaya bagi wisatawan.

“Kami minta pengelola objek wisata agar mengawasi wisatawan agar mereka tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai,” pungkasnya.

(DEN)