Manado Menolak Disebut Kota Kotor

ASN dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah di pantai Manado (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Manado: Wakil Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan tidak sepemikiran dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebut daerahnya sebagai kota kotor.

Dominus menjelaskan, Kota Manado tidak pantas disebut sebagai kota terkotor. Sebab yang dipermasalahkan pada penilaian Adipura untuk kota besar hanya pada pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang harus sanitary landfill.

“TPA di Sumompo sudah tidak mampu menampung sampah yang ada, sejak banjir bandang 2014. Sedangkan sistem sanitary landfill adalah setiap ditaruh sampahnya harus ditutup dengan tanah. Dan lokasi di TPA kita sudah pasti tidak memungkinkan untuk hal tersebut. Jadi bukan kotanya yang kotor,” kata Dominus di Manado, Rabu, 16 Januari 2019.

Baca: KLHK: 10 Kota Terkotor Terkait Pengelolaan Lingkungan

Dominus menjelaskan, hal tersebut menjadi alasan beberapa tahun belakangan Manado tidak mendapatkan Adipura. Solusi ke depan Pemkot Manado sudah tanda tangan MoU dengan Pemerintah Provinsi untuk membuat TPA regional.

“Masih menunggu lokasi yang disiapkan oleh pemerintah provinsi. Baru sistem yang dimaksud bisa berjalan dengan baik. Saat ini kita hanya berusaha untuk mengurangi jumlah sampah yang ada dan menaruhnya di TPA Sumompo,” ungkap Dominus.

Dominus mengklaim, Manado sudah jauh lebih bersih jika dibandingkan dengan saat mendapatkan Adipura dulu. “Tapi Ini jadi motivasi kita untuk bekerja lebih giat lagi demi kebersihan kota,” tandas Dominus.

(DEN)