Nelayan di Labuan Pandeglang Belum Berani Melaut

Ilustrasi Medcom.id/ Syahmaidar.

Pandeglang: Nelayan di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini belum berani melaut pascatsunami. Kebanyakan nelayan tersebut masih trauma dengan gelombang tinggi atau tsunami yang datang tiba-tiba.

“Kami nelayan masih ketakutan melaut,” kata Sargawi, seorang nelayan di TPI Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu, 13 Januari 2019.

Sargawi menjelaskan, saat ini para nelayan memenuhi kebutuhan hidup dengan mengandalkan bantuan logistik dari donatur maupun pemerintah. Selain trauma, perahu dan kapal mereka juga masih mengalami kerusakan akibat diterjang tsunami.

Bahkan, kondisi perahu dan kapal saling bertabrakan dan menumpuk, sehingga sulit diangkat dan diperbaiki. “Kami akan melaut sekitar dua bulan nanti,” ungkap Sargawi.

Sementara Surya, seorang nelayan Labuan mengaku saat ini seluruh nelayan belum diperintahkan melaut karena masih trauma dengan tsunami yang menerjang permukiman warga nelayan.

Untuk itu, kebanyakan nelayan memperbaiki kapal dan perahu yang mengalami kerusakan, termasuk alat tangkap yang rusak akibat diterjang tsunami.

“Kami lebih baik memperbaiki kapal dibanding melaut karena risiko kecelakaan laut cukup besar,” ungkap Surya.

(DEN)