Selain Dipecat Hanura, KPU Jatim Juga Coret Wisnu Sebagai Caleg

Surabaya: Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Timur memecat Wisnu Wardhana sebagai kader partainya. Wisnu dipecat karena menjadi buronan kasus korupsi terkait pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim.

“Wisnu sudah dipecat secara resmi oleh DPP Partai Hanura setelah ada keputusan ingkrah dari Mahkamah Agung (MA). Suratnya juga sudah turun ke DPD Partai Hanura Jatim sejak Desember 2018 lalu,” kata Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kelana Aprilianto, dikonfirmasi, Rabu, 9 Januari 2019.

Wisnu juga tercatat sebagai Caleg DPRD Jatim melalui Partai Hanura, nomor urut satu untuk Dapil Jatim III (Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan). Kata Kelana, pihaknya telah mengajukan kepada KPU Jatim agar mencoret nama Wisnu dari pencalegan. 

“Saya sudah dapat konfirmasi, pencalegan Wisnu sudah disetujui untuk dicoret oleh KPU Provinsi Jatim,” ujarnya.

Selain itu, posisi Wisnu sebagai Sekretaris DPW Rejo Jatim juga bakal dicopot. Kelana yang juga merupakan Ketua DPW Relawan Jokowi (Rejo) Jatim menyatakan, akan segera menggelar rapat internal Rejo untuk mencari pengganti WW. “Untuk pengganti WW di Sekretaris Rejo Jatim, masih mau dirapatkan dulu,” kata Kelana.

Wisnu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga pekan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari). Status DPO ini setelah pihak korps Adhyaksa memanggil secara patut pada terpidana korupsi pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim ini.

Dalam kasus ini, Wisnu dinyatakan bersalah oleh hakim Tipikor Surabaya dan dihukum tiga tahun penjara. Wisnu yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro dan Ketua Tim Penjualan Aset membuat kebijakan dalam melepas aset negara tersebut. Hakim menyatakan Wisnu merugikan negara sebesar Rp11 miliar.

Tak terima dengan vonis hakim di tingkat pertama, kemudian Wisnu melakukan upaya banding. Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menganulir putusan hakim PN Tipikor dan mengkorting hukuman terhadap Wisnu menjadi satu tahun penjara.

Atas vonis satu tahun hakim tinggi, giliran Jaksa yang tidak terima dan melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Saat di pengadilan tingkat akhir inilah, hakim agung memvonis Wisnu enam tahun penjara.

Kini, pelarian Wisnu sudah berakhir. Wisnu harus menjalani hidupnya di balik jeruji.

Ini setelah Tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil mengendus keberadaan politisi Hanura itu saat melintas di Jalan Raya Kenjeran, tepatnya di depan gang Lebak Jaya II Surabaya, sekitar pukul 05.50 WIB, Rabu, 9 Januari 2019. 

(ALB)