KLHK Dorong Freeport Indonesia Mengelola Limbah

Freeport Indonesia. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) mendorong pemanfaatan limbah tailing atau limbah murni yang tertinggal di air kepada PT Freeport Indonesia (PTFI). Saat dibiarkan, kehadiran limbah akan berujung pencemaran lingkungan.

Inspektur Jenderal KLHK Ilyas Assad menjelaskan PTFI sebelumnya sudah mulai memanfaatkan limbah tersebut, tetapi masih dengan skala yang kecil. Limbah tambang, kata dia, pemanfatannya sudah bisa digunakan untuk pembangunan jalan dan batako.

“Sekarang kita ingin supaya skalanya lebih luas,” ujarnya di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu 9 Januari 2019.

Baca: KLHK: Izin Amdal Freeport Telah Ada Sejak 1997

Ia meminta untuk ada kajian secara mendalam dahulu terkait dengan potensi wilayah Papua. Hal tersebut dimaksudkan agar pemanfaatan limbah bisa lebih maksimal. 

“Sebenarnya sudah ada (kajian) cuman yang kita pentingkan pertama eskalasinya jumlahnya, kedua pengembangan wilayah,” imbuhnya.

Baca: Penerimaan Negara dari Freeport Diupayakan Lebih Besar

Pihaknya berharap dengan pemanfaatan limbah tailing dengan bijak dapat mengurangi produksi limbah setiap harinya mencapai ratusan ribu ton. Terlebih jenis limbah tersebut kerap dibuang pada lokasi yang tidak sesuai.

“Satu hari (menghasilkan limbah tailing) 160 ribu ton, dibuang ke sungai,” pungkasnya.

(UWA)

DPO Teroris Poso Jadi 14 Orang

Poso: Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) merilis empat nama baru yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus terorisme. Sebelumnya Polda Sulteng menyatakan yang masuk DPO berjumlah sepuluh orang.

Dari empat nama dan wajah baru yang masuk dalam DPO itu, tiga di antaranya berasal dari Banten. Mereka adalah Alvin alias Adam alias Musa’ab, Jaka Ramadan alias Ikrima, dan Al Qindi Mutaqien alias Muaz.

Sedangkan satu orang lainnya berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Andi Muhamad alias Abdulah. Dari hasil pengembangan yang dilakukan polisi, mereka diketahui telah bergabung dengan Kelompok Ali Kalora.

“DPO dari yang kita sampaikan sebelumnya, yaitu ada sepuluh, pada saat ini telah bertambah empat orang. Jadi jumlahnya semua ada 14 orang. Berdasarkan informasi yang kami dalami, empat orang tersebut sudah bergabung dengan kelompok Ali Kalora,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hery Murwono, di Gedung Polda Sulteng, Rabu (9/1).

Adapun sepuluh nama yang sudah lebih dulu masuk DPO, ialah Ali Ahmad alias Ali Kalora, Basir alias Romji, Qatar alias Fareld, Askar alias alias Pak Guru, Nae alias Galuh, Abu Alim alias Ambo, Mohamad Faisal alias Namnung, Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Rajif Gandi Saban alias Rajes, dan Adtya alias Idad.

(ALB)

Kejahatan Terhadap Anak di Kabupaten Tangerang Meningkat

Tangerang: Ketua Komisi Perlindungan Nasional Anak (Komnas Anak) Indonesia Arist Merdeka Sirait mengatakan kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Tangerang meningkat. Korban rata-rata anak di bawah umur 14 tahun.

Arist mengatakan, beberapa kasus yang sempat menyedot perhatian publik, di antaranya kasus sodomi yang dilakukan WS, 49, alias Babeh, di Rajeg, Kabupaten Tangerang, dengan korban 41 anak yang berhasil diungkap polisi awal 2018.

Selain itu, kasus kejahatan terhadap anak yang terkini yaitu kasus persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang pimpinan pondok pesantren terhadap santrinya di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

“Di Tangerang, kasus kekerasan terhadap anak itu meningkat, bukan hanya dilakukan perorangan tapi dilakukan berkelompok. Korban berkisar umur 14 tahun,” ujar Arist usai menjadi narasumber Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu, 9 Januari 2019.

Karenanya, Komnas Anak sangat mengapresiasi Polresta Tangerang karena berhasil mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Dalam kesempatan itu, lanjutnya, pihaknya memberikan penghargaan kepada Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

“Penghargaan ini diberikan karena Kapolres sudah menyelesaikan kasus Babeh, kasus pemerkosaan, kegiatan yang sifatnya memberikan akses pendidikan terhadap anak,” jelas Arist.

Dengan penghargaan tersebut, Arist berharap penyelidikan kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat dan berhasil diungkap.

“Harapannya agar para penyidik lebih semangat dan serius untuk mengamati kasus-kasus (kekerasan terhadap anak),” katanya.

(ALB)

Selain Dipecat Hanura, KPU Jatim Juga Coret Wisnu Sebagai Caleg

Surabaya: Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Timur memecat Wisnu Wardhana sebagai kader partainya. Wisnu dipecat karena menjadi buronan kasus korupsi terkait pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim.

“Wisnu sudah dipecat secara resmi oleh DPP Partai Hanura setelah ada keputusan ingkrah dari Mahkamah Agung (MA). Suratnya juga sudah turun ke DPD Partai Hanura Jatim sejak Desember 2018 lalu,” kata Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kelana Aprilianto, dikonfirmasi, Rabu, 9 Januari 2019.

Wisnu juga tercatat sebagai Caleg DPRD Jatim melalui Partai Hanura, nomor urut satu untuk Dapil Jatim III (Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan). Kata Kelana, pihaknya telah mengajukan kepada KPU Jatim agar mencoret nama Wisnu dari pencalegan. 

“Saya sudah dapat konfirmasi, pencalegan Wisnu sudah disetujui untuk dicoret oleh KPU Provinsi Jatim,” ujarnya.

Selain itu, posisi Wisnu sebagai Sekretaris DPW Rejo Jatim juga bakal dicopot. Kelana yang juga merupakan Ketua DPW Relawan Jokowi (Rejo) Jatim menyatakan, akan segera menggelar rapat internal Rejo untuk mencari pengganti WW. “Untuk pengganti WW di Sekretaris Rejo Jatim, masih mau dirapatkan dulu,” kata Kelana.

Wisnu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga pekan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari). Status DPO ini setelah pihak korps Adhyaksa memanggil secara patut pada terpidana korupsi pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim ini.

Dalam kasus ini, Wisnu dinyatakan bersalah oleh hakim Tipikor Surabaya dan dihukum tiga tahun penjara. Wisnu yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro dan Ketua Tim Penjualan Aset membuat kebijakan dalam melepas aset negara tersebut. Hakim menyatakan Wisnu merugikan negara sebesar Rp11 miliar.

Tak terima dengan vonis hakim di tingkat pertama, kemudian Wisnu melakukan upaya banding. Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menganulir putusan hakim PN Tipikor dan mengkorting hukuman terhadap Wisnu menjadi satu tahun penjara.

Atas vonis satu tahun hakim tinggi, giliran Jaksa yang tidak terima dan melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Saat di pengadilan tingkat akhir inilah, hakim agung memvonis Wisnu enam tahun penjara.

Kini, pelarian Wisnu sudah berakhir. Wisnu harus menjalani hidupnya di balik jeruji.

Ini setelah Tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil mengendus keberadaan politisi Hanura itu saat melintas di Jalan Raya Kenjeran, tepatnya di depan gang Lebak Jaya II Surabaya, sekitar pukul 05.50 WIB, Rabu, 9 Januari 2019. 

(ALB)

Kepatuhan KTR Klungkung Tertinggi di Bali

Bupati Klungkung Bali I Nyoman Suwirta saat menjadi pembicara ‘Pelarangan Total Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok dan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Total’ di Hotel Lumire, Jakarta pada Selasa, 8 Januari 2019. Istimewa

Jakarta: Pemerintah Kabupaten Klungkung mengkalim tingkat kepatuhan penerapan kawasan tanpa rokok di daerah itu merupakan tertinggi dibandingkan dengan delapan daerah lainnya di Bali. Penerapan kawasan tanpa rokok untuk mendukung Undang-undang dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 

“Padahal, Klungkung adalah daerah yang terakhir memiliki peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok,” kata Bupati Klungkung Bali I Nyoman Suwirta saat menjadi pembicara ‘Pelarangan Total Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok dan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Total’ di Hotel Lumire, Jakarta pada Selasa, 8 Januari 2019. 

Suwirta mengatakan tingkat kepatuhan kawasan tanpa rokok di fasilitas umum yang ada di Klungkung, seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat bermain anak, terminal bus dan pelabuhan, mencapai 100 persen. Sedangkan tingkat kepatuhan yang paling rendah adalah hotel dan pasar tradisional yang hanya mencapai 50 persen.

“Kami di Klungkung sama sekali tidak menyiapkan tempat untuk merokok. Itu merupakan komitmen kami untuk menerapkan kawasan tanpa rokok,” tuturnya. 

Suwirta mengatakan kepala daerah harus memiliki komitmen untuk menyosialisasikan, melaksanakan, mengawasi dan menegakkan aturan tentang kawasan tanpa rokok.

Dengan latar belakang sebagai wirausaha, Suwirta mengatakan lebih banyak menggunakan cara-cara pendekatan wirausaha yang tidak birokratis dalam menegakkan aturan kawasan tanpa rokok.

“Klungkung sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Peraturan tersebut belajar dari aturan yang diterapkan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat,” jelasnya.

Suwirta menjadi salah satu narasumber dalam diskusi kelompok terfokus bersama bupati dan walikota yang diadakan Indonesia Institute for Social Development (IISD) bekerja sama dengan Aliansi Bupati-Wali kota Indonesia Peduli KTR. 

Acara diselenggarakan oleh Indonesia Institute for Social Development (IISD) yang bertujuan untuk menyikapi kebijakan peraturan tingkat daerah dan nasional tentang kawasan tanpa rokok total yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012.

(ALB)

BNN Bali Tangkap Sindikat Narkoba Lapas Kerobokan

Denpasar: Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali menangkap dua anggota sindikat narkoba Lapas Kerobokan yakni Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono dengan barang bukti ganja seberat 25 kilogram.

“Kedua tersangka kami tangkap di tempat parkir jasa pengiriman barang di Sanur, Denpasar Selatan, Minggu 6 Januari 2019,” kata Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Putu Gede Swastawa di Kantor BNN Bali, Rabu, 9 Januari 2019.

Dari hasil penggeledahan petugas di dalam mobil putih dengan Nomor Polisi DK-1879-DK milik tersangka, petugas menemukan ganja di bagasi mobil dan kaki jok depan kiri mobil tersebut.

Saat interogasi, kedua tersangka mengaku diperintahkan seseorang berinisial RZ yang berada di dalam LP Kerobokan, yang mana tersangka ini masuk jaringan peredaran gelap dalam lapas.

Swastawa menegaskan, ganja tersebut dikirim dari seseorang dari Medan menuju Bali untuk diedarkan di Pulau dewata dan diperintahkan untuk mengambil ke jasa pengiriman barang oleh RZ yang sudah ditahan di Lapas terkait kasus narkoba.

Untuk tindak lanjut pengungkapan kasus narkoba ini, BNN Bali akan melakukan lidik ke Lapas Kerobokan untuk mencari pengendali narkoba di dalam lapas ini agar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini meski sudah menjadi tahanan.

“Kedua tersangka ini ada yang menjadi pengguna yakni Kurniawan Risdianto yang juga sekaligus sebagai kurir dan pengedar narkoba bersama rekannya Muh. Haryono,” ujarnya.

Akibat perbuatanya kedua tersangka ini, dikenakan melanggar Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Dari penyitaan barang bukti 25 kilogram ini petugas berhasil memyelamatkan 2.500 orang pemuda di Bali,” katanya.

(ALB)

Polda Kepri Kawal Semua Kegiatan Masyarakat

Batam: Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau mengerahkan seluruh personel di jajaran Polda, Polresta, dan Polres di kota/kabupaten untuk pengamanan perayaan tahun baru 2019 yang diselenggarakan masyarakat.

Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto mengungkapkan, seluruh personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan di berbagai lokasi perayaan pergantian tahun baru.

“Kami terjunkan seluruh personel, kecuali yang permanen dan personel yang tak bisa hadir melaksanakan tugas,” kata Andap di Gedung Lancang Kuning, Polda Kepri, Batam, 31 Desember 2018. 

Andap mengatakan, terdapat beberapa lokasi dan titik keramaian di Batam dan kota/kabupaten lainnya di Kepri yang mendapatkan pengamanan. Di Batam di antaranya ada di Dataran Engku Putri Batam Centre, kawasan Jodoh-Nagoya, kawasan wisata Jembatan Barelang, kawasan wisata Nongsa, dan lainnya. 

“Total ada sekitar 499 kegiatan perayaan pergantian tahun baru di kota/kabupaten di Kepri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 327 titik atau lokasi mendapatkan penjagaan atau pengamanan dari pihak kepolisian, termasuk di gereja-gereja yang melakukan kegiatan malam nanti,” ungkap Andap. 

Kegiatan di 499 lokasi tersebut di antaranya ada yang berupa acara perayaan tahun baru, syukuran, doa bersama, pesta kembang api, dan kegiatan lain.

“Untuk di lokasi-lokasi keramaian yang menjadi konsentrasi berkumpulnya  masyarakat menjadi atensi kami. Kami menyiagakan personel untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan,” beber Andap. 

Adapun kegiatan perayaan tahun baru yang digelar masyarakat di wilayah Kepri, berada di Kota Batam sebanyak 217 kegiatan, Tanjungpinang 79 kegiatan, Bintan 33 kegiatan, Lingga 19 kegiatan, Natuna 11 kegiatan, dan Anambas 8 kegiatan.      

“Seluruh personel kami siagakan, termasuk yang menggelar patroli menggunakan kendaraan bermotor maupun patroli menggunakan kendaraan roda empat. Harapan kami, perayaan pergantian tahun yang dilakukan masyarakat Kepri berjalan lancar dan tertib,” pungkas Andap.

(DEN)

Polisi Tangkap Penyebar Ancaman Bom Melalui Medsos

Kupang: Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menangkap EB, 26, penyebar ancaman bom yang disampaikan melalui salah satu media sosial.

“Penyebar ancaman sekaligus penyebar hoaks sudah kita tangkap Senin 31 Desember 2018, kemarin jelang perayaan malam tahun baru,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Selasa, 1 Januari 2019. 

Hal ini disampaikannya setelah tersebarnya ancaman bom yang  diketahui melalui salah satu grup facebook di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bernama Viktor Lerik. EB yang kesehariannya berprofesi sebagai petani mengunggah kalimat berupa ajakan ke warga NTT yang ada di grup facebook mengenai teror bom di Kota Kupang.

“EB diduga melakukan penyebaran berita bohong dengan maksud pengancaman melalui media sosial untuk membuat resah masyarakat,” ujar dia.

Sampai Selasa tersangka masih berada di Polda NTT untuk dilakukan pemeriksaan. Dari tangan pelaku, Kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon seluler.

Pelaku disebutkan melanggar pasal 45 A ayat 1 jo pasal 27 UU No.19 tahun 2016 sebagai pengganti UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Mantan Kapolres Manggarai Barat itu juga mengimbau masyarakat di Provinsi NTT menggunakan media sosial dengan baik sehingga tak menimbulkan kasus seperti yang dialami oleh EB.

(ALB)

Bahan Peledak Ditemukan di Lokasi Mutilasi Sulteng

Jakarta: Polisi menyita sejumlah bahan peledak di lokasi penemuan potongan kepala di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Korban mutilasi inisial RB alias A, 34, diduga ulah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dua Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob Polri telah diminta melakukan pengejaran. Identifikasi di tempat kejadian perkara juga dilakukan demi mencari petunjuk penyelidikan. 

“Berhasil diamankan barang bukti berupa tiga buah bom lontong, dua amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter, tujuh selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, dan satu buah teropong siang,” ujar Dedi di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019. 

Dedi menyatakan, motif dan modus mutilasi itu belum bisa disimpulkan. Termasuk dugaan potongan tubuh yang sengaja dibuang jauh dari tempat kejadian agar memancing aparat.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah korban sempat disandera oleh kelompok MIT sebelum dibunuh. Dedi hanya memastikan kondisi di daerah itu telah kondusif. 

“Saat ini kondisi telah berhasil dikembalikan, Satgas Tinombala pun telah melakukan pengejaran,” ujarnya.

Baca: Polisi Belum Simpulkan Motif Mutilasi di Sulteng

Sebelumnya, potongan kepala seorang warga inisial RB ditemukan pada Minggu, 30 Desember 2018. Warga yang mendapati informasi temuan kepala itu langsung melapor ke polisi. 

Saat proses evakuasi, kendaraan petugas justru diadang batang pohon yang diduga sengaja ditumbangkan di tengah jalan. Anggota polisi yang membuka jalan kemudian diserang oleh orang yang diduga dilakukan kelompok MIT. 

Petugas dihujani peluru dari lereng gunung dan bukit. Dua petugas terkena tembak. Kontak senjata pun terjadi. 

(DMR)

Satgas Tinombala Buru Kelompok Ali Kalora

Jakarta: Dua Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob Polri telah diterjunkan memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Kali ini target yang dituju yakni kelompok pimpinan Ali Kalora. 

Tindakan tegas ini menyusul penembakan terhadap polisi yang tengah mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Satgas Tinombala bakal menyisir kelompok teroris itu yang diduga bersembunyi di pegunungan dan hutan.  

“Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng masih melakukan pengejaran kelompok Ali Kalora Cs,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019.

Dedi menambahkan, dua anggota polisi  yang tertembak kondisi kesehatan berangsur pulih. Para korban mendapatkan pertolongan di rumah Sakit Bhayangkara Palu. 

“Kondisi kesehatan kedua anggota pascaoperasi stabil, dan masih di rumah sakit untuk perawatan,” ucapnya.

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora itu sempat terlibat baku tembak dengan aparat di Poso, Sulawsi Tengah, 31 Desember 2018. Insiden terjadi setelah petugas mengevakuasi potongan badan korban mutilasi dari pegunungan. Saat perjalanan pulang, kendaraan petugas diadang batang pohon.

Baca: Bahan Peledak Ditemukan di Lokasi Mutilasi Sulteng

“Salah satu anggota, Bripda A turun untuk buka jalan. Saat dibuka, diserang kelompok pecahan Santoso,” ujar Dedi. 

Hujanan peluru berasal dari atas bukit mengenai bahu Bripda A. Bripda A kemudian melawan dengan membalas tembakan. Rekan Bripda A yang turut dalam evakuasi korban memberi tembakan balasan ke arah bukit tempat kelompok MIT menyerang.

Sekitar 15 mengejar sambil menembak ke arah pelaku. Pelaku kabur ke gunung dan hutan. Polisi yang terluka langsung dievakuasi.

(DMR)

Brimob Buru Teroris Kelompok Ali Kalora

Jakarta: Sebanyak dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob dikerahkan untuk membantu Polres Parigi Moutong mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Pengejaran dilakukan menyusul penembakan terhadap dua polisi yang tengah mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Sebanyak 60 personel Brimob tersebut tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Polda Sulawesi Tengah yang bertugas mengejar sejumlah anggota yang tersisa dari kelompok teroris Poso setelah pemimpin lamanya, Santoso tewas ditembak aparat.

“Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng masih mengejar kelompok Ali Kalora dan kawan-kawan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019.

Baca: Dua Polisi Ditembak Kelompok Santoso

Sementara kondisi dua polisi yakni Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang mengalami luka tembak telah berangsur membaik pascaoperasi di RS Bhayangkara Polda Sulteng, Palu.

“Membaik, kondisinya stabil. Saat ini masih di rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya aparat yang tengah mengevakuasi RB alias A (34), jasad warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki kelompok Ali Kalora, pada Senin, 31 Desember 2018. 

Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. 

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka. 

(ALB)

Gempa 5,1 SR Guncang Banda Aceh

Ilustrasi – Medcom.id.

Jakarta: Gempa berkekuatan 5,1 skala richter (SR) mengguncang Banda Aceh. Berdasarkan informasi di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Selasa, 1 Januari 2019, pukul 18.55 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono meyatakan, gempa tersebut berada di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera. Namun, guncangannya tidak berpotensi tsunami.

“Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9,” ujar Rahmat di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019.

Guncangan gempa dirasakan di Kota Banda Aceh II MMI. Gempa kali ini terletak pada koordinat 5,42 Lintang Utara dan 94,51 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 kilo meter arah barat Kota Banda Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussallam pada kedalaman 51 kilo meter.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera,” tuturnya.

Hingga kini, belum ditemukan adanya kerusakan akibat gempa. Masyarakat pun diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Hingga pukul 19.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” pungkasnya.

(DMR)

Brimob Sisir Wilayah Penembakan Polisi di Parigi

Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Palu: Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah meyisir sekitar lokasi kontak senjata di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.  Kondisi cuaca dan geografis menjadi kendala dalam penyisirian Brimob untuk memburu pelaku.

“Kondisi geografis dari situasi lokasi, medan, cuaca kebetulan hujan. Nah, ini yang menjad suatu kendala dari pada pasukan kita. Namun tetap sampai saat ini masih dalam penyisiran dari pihak kami semua,” ujar Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono di Mapolda Sulteng, Rabu, 2 Januari 2018.

Setidaknya telah ada dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob Polda Sulteng diterjunkan ke lokasi kejadian. Dua polisi korban disebutnya dalam keadaan stabil setelah menjalani operasi.

“Jadi sudah stabil, hasil dari operasi medis kemarin. Posisi masih dalam perawatan,” kata dia.

Kedua korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk pemulihan. Polda Sulteng meminta dukungan doa kepada semua pihak untuk kesembuhan kedua korban.

Baca: Polisi Korban Penembakan Dirujuk ke RS Bhayangkara Palu

Dua polisi korban penembakan dalam konflik dengan kelompok bersenjata di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu. Kelompok bersenjata tersebut diduga berasal dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs.

(SUR)

Gelombang Selat Karimata Diperkirakan Mencapai Empat Meter

Pangkalpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut di Selat Karimata yang diprakirakan mencapai empat meter, pada Kamis, 3 Januari 2019.

“Gelombang maksimum setinggi itu harus diwaspadai, karena dapat membahayakan keselamatan,” kata prakirawan pada Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pangkalpinang Anggun Rahmania di Pangkalpinang, Rabu, 2 Januari 2019.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat atau nelayan mewaspadai gelombang maksimum yang dapat mencapai 3 sampai 4 meter di perairan selatan Bangka dan utara Bangka. Ketinggian gelombang signifikan di jalur penyeberangan Selat Bangka dan Selat Gelasa diprakirakan antara 0,5 sampai 1 meter, di selatan Bangka 0,75 sampai 1,5 meter, sedangkan di utara Bangka dan Selat Karimata mencapai sekitar 1 sampai 2 meter.

“Dengan asumsi ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai dua kali ketinggian gelombang signifikan, maka ketinggian gelombang di selatan Bangka, utara Bangka, dan Selat Karimata dapat mencapai 3,0 sampai 4,0 meter,” ungkap Anggun.

Di sisi lain BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan petir (awan Cumulonimbus) yang menyebabkan tinggi gelombang bertambah.

Kecepatan angin di jalur-jalur penyeberangan Kepulauan Bangka Belitung berkisar 5 sampai 39 kilometer per jam yang bergerak dari Barat ke Utara, dari Barat Daya ke Barat Laut, dan dari Selatan ke Barat Laut.

Pada kesempatan itu BMKG memprakirakan ketinggian pasang air laut maksimum di Kepulauan Bangka Belitung rata-rata di bawah dua meter, kecuali di Membalong, Kabupaten Belitung, yang mencapai 2,07 meter.

Pasang air laut di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, sekitar 1,93 meter, di Toboali Kabupaten Bangka Selatan 1,84 meter, di Sungailiat Kabupaten Bangka 1,80 meter, di Tanjungpandan Kabupaten Belitung 1,20 meter, di Belinyu Kabupaten Bangka 1,09 meter, dan di Mentok Kabupaten Bangka Barat sekitar 1,09 meter.

“Namun kami tetap mengimbau warga agar selalu waspada dengan tidak beraktivitas di pesisir pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas,” ujar Anggun Rahmania.

Cuaca di daratan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang Kamis diprakirakan cerah berawan dan berawan dengan peluang terjadi hujan lokal dan hujan ringan di sebagian besar wilayah terutama pada siang sampai sore dan dini hari.

Kecepatan angin di daratan diprakirakan 20 sampai 30 kilometer per jam dengan suhu 23 sampai 31 derajat Celcius dan kelembaban udara 65 hingga 100 persen.

(DEN)

BNPB Masih Mendata Kerusakan Tsunami Selat Sunda

Sebuah mobil tersangkut di yang hancur akibat terjangan gelombang tsunami Selat Sunda di Anyer Carita, Banten, Rabu (26/12/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Jakarta: Kerugian akibat tsunami Selat Sunda yang melanda lima kabupaten masih dihitung.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data tersebut nantinya akan dijadikan acuan untuk rehabilitasi.

“Dari perhitungan itu akan dihitung kebutuhan untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga pemerintah bisa menyiapkan anggaran,” kata Sutopo di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Sutopo menjelaskan, salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan pengungsi di Kabupaten Pandeglang adalah hunian sementara atau lokasi pengungsian selain bangunan sekolah.

Menurut Sutopo, lebih dari 11 ribu pengungsi di Pandeglang mengungsi di 41 bangunan sekolah yang belum digunakan karena masa libur.

“Namun, Seninm 7 Januari mendatang murid-murid sudah mulai masuk sekolah sehingga para pengungsi perlu dipindahkan,” jelas Sutopo.

Sutopo kembali mengatakan, sebenarnya banyak pengungsi di Pandeglang yang mengungsi
bukan karena rumahnya rusak melainkan trauma, apalagi ada informasi kemungkinan tsunami susulan.

“Karena itu, kebijakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, mereka akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing,” beber Sutopo.

Sebelumnya tsunami Selat Sunda terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 22 Desember 2018. Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung.

(DEN)