Dompu Diguncang Gempa 5,2 SR

Ilustrasi gempa. Medcom.id

Jakarta: Gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang Dompu, Nusa Tenggara Barat, malam ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. 

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa terdeteksi pukul 21.26 WIB. Setelah melakukan pemutakhiran data, BMKG menyatakan magnitudo gempa berkekuatan 4,8. 

Titik koordinat gempa ada di 9,57 Lintang Selatan dan 118,02 Bujur Timur. Pusat gempa ada laut, tepatnya di 124 kilometer barat daya Dompu dengan kedalaman 10 kilometer. 

Rahmat menjelaskan, gempa bumi dangkal ini akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke Lempeng Eurasia.  Hasil analisis BMKG, gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar normal.

Rahmat mengatakan, gempa bumi terasa hingga ke wilayah Bima dan Sumbawa. BMKG belum mendapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Hingga pukul 21.40 WIB, BMKG belum melihat adanya aktivitas gempa bumi susulan. BMKG pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar.

(AGA)

Persediaan Beras di Sulsel Mencukupi Hingga Tiga Tahun ke Depan

Ilustrasi Petugas menunjukan stok beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Senin (16/10/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.

Makassar: Persediaan beras yang berada di Bulog Sulawesi Selatan dinyatakan cukup hingga 37 bulan ke depan atau kurang lebih sampai tiga tahun ke depan. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengatakan, berdasarkan laporan Kadivre Bulog ketersedian beras Sulsel aman, bahkan tetap menjadi penyuplai ke 23 provinsi di Indonesia.

“Jadi saya sekali lagi menyampaikan bahwa tidak perlu khawatir, stok beras untuk Sulawesi Selatan di Bulog. Kita mempunyai 37 bulan. Sekarang produksinya 108.000 ton,” kata Nurdin seperti dilansir Antara, Kamis, 3 Januari 2019.

Nurdin menjelaskan, ada tren kebutuhan beras di Sulsel semakin meningkat, namun di negara maju justru berkurang, karena menghindari penyakit diabetes.

“Kalau kita di Indonesia kebutuhan beras kita meningkat, negara maju justru dikurangi, bahkan malam mereka sudah kurangi dan diabetes juga semakin naik. Nah ini penyuluhan kita,” ujar Nurdin.

Sehingga, lanjut Nurdin, gagasan untuk menghadirkan varietas baru beras yang jika dikonsumsi tidak menimbulkan penyakit diabetes sangat diperlukan saat ini.

“Ini sekarang sudah hadir, cuma belum terpromosi. Jadi beras premium kita ini sebenarnya tidak memicu gula darah naik, bukan mengobati diabetes bukan, tidak memicu gula darah kita naik,” ungkap Nurdin.

(DEN)

Sepuluh Orang Diduga Teroris Diburu di Sulteng

Parigi: Sepuluh orang dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang terkait kasus teroris di Kabupaten Parigi Moutung, Sulawesi Tengah. Mereka merupakan anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang terlibat baku tembak dengan polisi beberapa waktu lalu.

Kamis, 3 Januari 2019, polisi menyisiri beberapa lokasi di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Mereka memburu pelaku yang diduga masih berada di kabupaten tersebut.

“Kami meminta warga waspada dan saling menjaga situasi keamanan wilayah masing-masing. Tapi jangan takut, tetap tenang menghadapi mereka,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hery Murwono di Palu, Sulteng.

Akhir 2017, tim keamanan Satuan Tugas Operasi Tinombala menyebarkan foto dan imbauan pada tujuh nama yang masuk dalam DPO itu untuk menyerahkan diri. Mereka merupakan anggota jaringan kelompok yang dipimpin Ali Kaloro.

Baca: Dua Polisi Ditembak Kelompok Santoso

Imbauan itu disebar melalui jalur darat dan udara. Lima di antara mereka berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Mereka yaitu:
– Askar alias Pak Guru, 
– Qatar alias Fareld,
– Basir alias Romji, 
– Galuh alias Nae, 
– dan Abu Alim. 

Dua lainnya berasal dari Poso. Mereka yaitu:
– Ali Kalora
– Namnung

Adapun tiga lainnya merupakan nama yang menambah daftar setelah baku tembak di Desa Salubanga pada Senin, 31 Desember 2018, yaitu:
– Rajif Gandi Saban alias Rajes, 
– Aditya alias Idad, 
– dan Alhaji Kaliki.

Baca: Polisi Korban Penembakan Dirujuk ke RS Bhayangkara Palu

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan baku tembak terjadi setelah eptugas mengevakuasi jenazah yang menjadi korban mutilasi di pegunungan. Dalam perjalanan pulang ke markas, kendaraan petugas diadang batang pohon.

Bripda A turun untuk membuka jalan. Sekelompok orang menyerang dari atas bukit. Peluru menghujam bahu Bripda A.

Bripda A melawan dan membalas tembakan. Rekan Bripda A turut memberikan tembakan balasan ke arah bukit.

“Namun, temannya yang juga membantu juga tertembak di bagian punggung. Perlawanan terus dilakukan,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.

Kemudian pelaku kabur ke gunung dan hutan. Polisi yang terluka langsung dievakuasi. Satgas Tinombala pun diterjunkan menyisiri wilayah pegunungan. 

Lihat video:

(RRN)

Speedboat Wisata di Raja Ampat Dicuri

Jakarta: Dua speedboat milik Kapal Layar Motor (KLM) Pearl of Papua dicuri saat sedang ditarik di wilayah perairan Pulau Sop, Sorong, Papua Barat, pukul 19.30 WIT, Rabu, 2 Januari 2019. Co founder and owner Pearl of Papua, Yayu Yuniar mengatakan, pencurian terjadi saat kapal jenis pinisi kayu tersebut sedang melaju.

“Kapal itu sedang dalam kecepatan penuh, kapal besar ya. Jadi kami kapal besar, ada ruang kamar segala macam, jadi kapal kita disewa dengan 15 penumpang mau kembali ke Sorong di sekitar Pulau Sop,” kata Yuni saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 3 Januari 2019.

Yuni menjelaskan, saat pencurian tersebut, anak buah kapalnya sempat melihat  pelaku. Saat beraksi, pelaku berjumlah empat orang dengan menggunakan dua speedboat. Yuni merasa kaget lantaran pencurian tersebut terjadi pada saat kapal berjalan.

“Jadi kalau secara teknis harus skill banget, orang bergerak di belakang, nangkap kapal yang sedang bergerak, pindah, potong tali, langsung putar balik,” ungkap Yuni.

Yuni kembali mengatakan, atas pencurian tersebut pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp500 juta. Namun menurut Yuni, yang menjadi perhatian adalah pencurian tersebut terjadi di wilayah perairan Raja Ampat, kawasan pariwisata yang sudah mendunia dan diminati banyak orang.

Atas kejadian tersebut, Yuni dan pihaknya sudah melaporkan ke pada pihak berwajib. Yuni juga berharap pelaku segera ditangkap dan insiden tersebut tidak terulang.

“Raja Ampat kan daerah wisata yang orang-orang banyak tahu itu bagus. Sangat menyayangkan ya ada kasus begini. Mudah-mudahan tidak terulang dan pencuri cepat ditangkap,” pungkas Yuni.

(DEN)

Stok Beras Sulsel Aman Hingga 3 Tahun

Makassar: Stok beras yang berada di gundang Bulog Sulawesi Selatan aman hingga 37 bulan atau kurang lebih tiga tahun ke depan. Bahkan ketersedian beras Sulsel menjadi penyuplai ke 23 provinsi di Indonesia.

“Jadi saya sekali lagi menyampaikan bahwa tidak perlu khawatir, stok beras untuk Sulawesi Selatan di Bulog. Kita mempunyai 37 bulan. Sekarang produksinya 108.000 ton,” kata Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah pada acara pelepasan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) Ketersediaan Beras Medium Tahun 2019 di Gudang
Bulog SubDivre Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis, 3 Januaei 2019. 

Menurut Nurdin, ada tren kebutuhan beras di Sulsel semakin meningkat, namun di negara maju justru berkurang, karena menghindari penyakit diabetes.

“Kalau kita di Indonesia kebutuhan beras kita meningkat, negara maju justru dikurangi, bahkan malam mereka sudah kurangi dan diabetes juga semakin naik. Nah ini penyuluhan kita,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, gagasan untuk menghadirkan varietas baru beras yang jika dikonsumsi tidak menimbulkan penyakit diabetes sangat diperlukan saat ini.

“Ini sekarang sudah hadir, cuma belum terpromosi. Jadi beras premium kita ini sebenarnya tidak memicu gula darah naik, bukan mengobati diabetes bukan, tidak memicu gula darah kita naik,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan pada musim hujan sawah-sawah yang ada di Sulsel tidak terkena genang banjir, hanya dilewati. Ia bisa mengatakan hal itu karena berkeliling melihat langsung.

“Sampai hari ini, Alhamdulillah kita masih dalam kondisi belum ada laporan, ada dampak banjir pada sawah kita. Tetapi kita berdoa mudah-mudahan semuanya aman-aman saja,” harapnya.
  

(ALB)

Polisi Kejar Pencuri Speedboat di Raja Ampat

Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Jakarta: Polres Raja Ampat masih melakukan penyedilikan terkait kasus pencurian dua speedboat milik Kapal Layar Motor (KLM) Pearl of Papua. Speedboat tersebut dicuri di wilayah perairan Pulau Sop, Sorong, Papua Barat, pada pukul 19.30 WIT, Rabu, 2 Januari 2019.

“Kita lidik benar dicuri apa terlepas dari talinya, kita belum tahu,” kata Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyantono saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 3 Januari 2018.

Baca: Speedboat Wisata di Raja Ampat Dicuri

Edy menjelaskan, pihaknya memerlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap saksi yang melihat kejadian. Bukan hanya itu, polisi juga memerlukan pemeriksaan terhadap kapal untuk mencari bukti pencurian.

“Kita masih mengalami kesulitan unttk memeriksa saksi-saksi yang ada di kapal, kru serta Closed Circuit Television (CCTV) kapal. Kecuali kapalnya didatangkan, kita cek seperti CCTV dan sebagainya,” ungkap Edy.

Berkaca dari kasus ini, Edy meminta kepada seluruh pemilik kapal wisata agar memberikan laporan perjalanan kepada kantor polisi setempat.

Menurut Edy, dengan begitu, polisi bisa lebih mudah memantau keamanan sejumlah kapal yang kerap membawa wisatawan ke kawasan Raja Ampat.

“Apabila ada pemberitahuan, paling tidak kita bisa monitoring. Kapal-kapal ini kan bongkar muatnya di mana, terus trip di mana kita tidak pernah tau juga,” pungkas Edy.

(DEN)

Swafoto Seksi Polwan Disebar Narapidana ke Sosial Media

Makassar: Seorang polisi wanita dipecat karena melakukan swafoto seksi melalui ponselnya. Pelaku yang menyebarkan gambar tersebut adalah seorang narapidana yang kini berada di lembaga pemasyarakatan (lapas) di Lampung.

Polwan berpangkat brigadir itu sedianya bertugas di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Ia dijatuhi hukuman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat pada Rabu, 2 Januari 2019.

“Ia melakukan pelanggaran kode etik. Melakukan foto selfie (swafoto) yang mengarah ke kegiatan asusila,” ujar Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Wahyu Dwi Ariwibowo, Kamis, 3 Januari 2019.

Gambar itu, lanjut Wahyu, viral di media sosial. Setelah diselidiki, foto itu disebar seorang narapidana kasus pembunuhan yang tengah menjalani hukuman 10 tahun di sebuah lapas di Lampung.

Awalnya, ungkap Wahyu, Brigadir D berkenalan dengan seorang pria di sosial media. Pria itu mengaku berpangkat komisaris polisi yang bertugas di Lampung.

Hubungan keduanya kian dekat sehingga saling bertukar nomor telepon. Keduanya juga sering berkirim foto satu sama lain.

“Termasuk swafoto seksi itu,” ujar Wahyu.

Foto itu tersebar. Ternyata, polisi yang dikenal Brigadir P itu palsu. Penyidik kemudian menelusuri keberadaan polisi gadungan itu.

“Ternyata pria itu narapidana kasus pembunuhan,” tutur Wahyu.
 

(RRN)

Anak-anak Pulau Sebesi Rindu Rumah

Warga korban tsunami dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan tiba di posko pengungsian di Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (26/12/2018).ANTARA FOTO/Ardiansyah.

Lampung Selatan: Anak-anak pengungsi dari Pulau Sebesi, di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan ingin kembali ke rumah. Saat ini mereka masih mengungsi di Lapangan Tenis Indoor, Kota Kalianda, Lampung Selatan.

Saifudin, siswa kelas dua SMP Swadipa di Pulau Sebesi mengatakan, dirinya sudah rindu dengan suasana rumah dan kampung halamannya. Dia ingin segera pulang ke rumah.

“Saya ingin segera pulang ke rumah,” kata Saifudin saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis, 3 Januari 2018.

Saifudin mengaku sudah bosan terlalu lama mengungsi. Meski ada teman bermain, namun rindu terhadap kampung halaman sudah tidak terbendung lagi di hati Saifudin.

“Meskipun di sini dicukupi dan diajak bermain, tapi lama-lama juga bosan,” ungkap Saifudin.

Pengungsi lain bernama Sabihis, 38, mengaku jika kedua anaknya juga merasakan kebosanan di pengungsian. Dua anaknya yang bersia 13 tahun dan enam tahun pun merasa bosan tinggal lama di tempat pengungsian, meskipun semua keperluan anaknya dicukupi.

“Ingin cepat pulang, kalau sudah aman, pengin cepat pulang ke rumah. Makan sih cukup, meskipun semua dicukupi, seperti kesehatan ada, musala, makan, tapi lama-lama kita seperti burung dalam sangkar,” keluh Sabihis.

Sabihis hanya bisa berdoa semoga alam segera tenang, sehingga pemerintah bisa segera memulangkan warga Pulau Sebesi ke rumah masing-masing.

(DEN)

Lantamal Sita 57 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua

Makassar: Petugas Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI dan tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menangkap kapal sebuah kapal yang mengangkut 57 kontainer kayu ilegal asal papua, di Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, Selasa 8 Januari 2018. Kapal bermuatan kayu itu ditangkap dalam pelayaran menuju Surabaya, Jawa Timur.

Penyelundupan kayu ilegal itu terungkap berkat kerja sama aparat gabungan. Kapal beserta barang bukti saat ini bersandar di pelabuhan peti kemas Sukarno-Hatta.

“Kayu berjenis merbau ini diperkirakan lebih dari 914 meter kubik dengan nilai diperkirakan minimal Rp16,5 miliar,”kata Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, kepada wartawan di Makassar, Selasa Januari 2019. 

Menurut Dwi, kapal pengangkut kayu ilegal terdeteksi berdasarkan hasil analisis dan laporan operasi intelijen sejak Desember 2018. Laporan diperkuat informasi dari instansi terkait di bidang lingkungan.

Tim mendeteksi indikasi pengangkutan kayu secara ilegal dari Pelabuhan Jayapura dengan tujuan Pelabuhan Surabaya. Di Pelabuhan Makassar, petugas menggelar pengecekan dan melihat fisik kayu. Setelah dipastikan ilegal, barang bukti langsung disita untuk kepentingan penyelidikan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, pengungkapan kayu ilegal merupakan hasil pengembangan operasi sebelumnya di Surabaya, Jawa Timur. Pada 5 Desember 2018, tim gabungan juga menyita barang bukti kayu serupa yang dikirim dari Papua.

Menurutnya, barang bukti bernilai mahal karena merupakan kayu jenis merbau yang masuk daftar kelas satu. Dia berharap pengungkapan ini sebagai awal untuk memberantas maraknya pembalakan liar. Hanya saja, aparat belum menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan kayu ilegal. Investigasi petugas masih berjalan, untuk menyelidiki orang-orang yang terlibat. Termasuk pemilik kayu.

Untuk kayu di Makassar, beberapa orang sudah dimintai keterangannya. Adapun kasus sebelumnya di Surabaya, Rasio menyebut dua orang beserta koorporasi telah ditetapkan jadi tersangka. 

(ALB)

Nelayan di Pandeglang Belum Melaut karena Kapal Rusak

Kapal rusak yang karam akibat tsunami di Kampung Nelayan Teluk, Labuan, Pandeglang, Banten (26/12/2018).ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Pandeglang: Sebagian besar nelayan pesisir Pantai Labuan Kabupaten Pandeglang, Banten, belum melaut pascatsunami. Alasan belum melaut lantaran banyak kapal dan perahu yang masih rusak atau hilang.

“Kita saat ini tengah memperbaiki kapal yang rusak itu,” kata Mathoni, seorang nelayan TPI Teluk, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 8 Januari 2018.

Mathoni menjelaskan, ada sekitar 80 persen nelayan di wilayahnya yang belum melaut. Kapal-kapal para nelayan tersebut dalam keadaan rusak berat.

Bahkan, kapal-kapal nelayan itu kondisinya  menumpuk saling bertabrakan akibat kuatnya gelombang tsunami beberapa waktu lalu. Menurut Mathoni, dengan kondisi demikian, para nelayan merasa kesulitan untuk penarikan bangkai kapal dan perahu.

“Kami berharap Kementerian Kelautan dapat memberikan bantuan kapal juga alat tangkap,” harap Mathoni.

(DEN)

11 Ekor Gajah di Aceh Mati Selama 2018

Gajah kerap menjadi korban perburuan yang mengincar gadingnya (Foto: AFP).

Banda Aceh: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat 11 gajah ditemukan mati di berbagai wilayah di Provinsi Aceh sepanjang 2018. Gajah tersebut ditemukan mati di beberapa daerah di Aceh.

“Sepanjang 2018, ditemukan 11 gajah mati. Kematian gajah tersebut karena berbagai sebab,” kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo di Banda Aceh, Kamis, 3 Januari 2019.

Dari 11 temuan gajah mati tersebut, kata Sapto, tiga di antaranya mati akibat konflik dengan manusia, tiga karena perburuan, dan lima gajah lainnya mati karena alami. Menurut Sapto, angka kematian gajah tersebut menurun dibanding 2017.

Pada 2017, ada 13 kematian gajah. Tujuh di antara mati karena konflik, serta tiga gajah lainnya mati karena perburuan dan tiga lainnya mati karena alami.

Sedangkan wilayah kematian gajah, terbanyak ditemukan di Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah sebanyak empat kasus. Kemudian, Kabupaten Aceh Besar tiga kasus.

Serta di Kabupaten Bener Meriah dua kasus, di Kabupaten Pidie satu kasus, dan Kabupaten Pidie Jaya satu kasus.

Sapto Aji menambahkan, kasus kematian gajah yang menjadi sorotan yakni gajah jantan jinak dan terlatih di Aceh Timur. Gajah jantan bernama Bunta ditemukan mati karena diracun serta gading hilang dipotong.

Serta kasus kematian gajah yang terakhir, gajah jantan liar yang bernama Bongkok di Kabupaten Bireuen. Gajah jantan ini mati dalam kondisi gading sudah diambil orang tidak dikenal.

“Kasus kematian di Kabupaten Bireuen ini sudah dilaporkan kepolisian. Laporan ke polisi selain kematian gajah, juga karena gadingnya hilang,” pungkas Sapto Aji.

(DEN)

Polda Sulsel Bongkar Penipuan Online Skala Internasional

Makassar: Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat penipuan dalam jaringan (daring/online) berskala internasional. Sindikat itu berhasil menipu korbannya hingga ratusan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan penipuan online ini dilakukan oleh warga negara asing (WNA) dengan dibantu oleh warga Indonesia.

“Awalnya ada laporan yang kami terima di Makassar ini kemudian kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya kami berhasil deteksi keberadaannya di Jakarta,” ujar Dicky di Mapolda Sulsel, Jumat, 4 Januari 2019.

Dia mengatakan pelapor yang menjadi korban dari model investasi ini telah mengalami kerugian hingga Rp655 juta lebih setelah mentransfer beberapa kali kepada tersangka perempuan HA, 35, warga Provinsi Bengkulu.

Kombes Dicky menyatakan tersangka HA merupakan kaki tangan dari tersangka utama yang berkebangsaan Nigeria, Chiko. Tersangka Chiko sudah berada di Indonesia selama beberapa tahun dan menjalankan bisnis penipuannya selama dua tahun.

“Hasil penyidikan sementara, tersangka utama itu warga Nigeria bernama Chiko dan dibantu oleh tersangka HA. HA sendiri itu teman dekat sama tersangka Chiko,” katanya.

Dicky menjelaskan tersangka Chiko dalam menggaet calon korban-korbannya menggunakan sosial media facebook dengan nama Ernest Johnson berkewarganegaraan Inggris. Bagi calon korban-korbannya yang percaya dengan tersangka Chiko diminta untuk mentransfer sejumlah uang yang nilainya cukup besar kepada perempuan HA.

“Modusnya itu trading, investasi. Bagi calon korban yang percaya pasti akan ikut setelah dijanjikan keuntungan dari modal investasi 1,2 juta dolar AS. Nah untuk teknis transfer dan lainnya menjadi tugas dari tersangka HA,” terangnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp14 juta, uang dollar Amerika Serikat (AS) pecahan 100 sebanyak empat lembar, 14 kartu ATM beserta buku rekeningnya dari berbagai bank serta sembilan telepon genggam (HP) jenis android maupun biasa. 

Atas perbuatan pelaku, polisi kemudian menjeratnya dengan Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(ALB)

Tanker Pembawa BBM Karam di Laut Alor

Kupang: Kapal tanker GT Ocean Princess 1976 GT dengan tanda selar 8601496 karam di perairan dekat Desa Aemoli, Kabupaten Alor. Kapal karam akibat mengalami kerusakan mesin induk.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap Kapten Kapal Ahira Sroyer, diketahui bahwa kapal mengalami kerusakan mesin induk dan tidak bisa mengendalikan kapal pada saat berlayar (manuver) olah gerak,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto, Jumat, 4 Januari 2019. 

Ganef mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar hasil pemeriksaan terhadap kapten kapal berbendera Kebangsaan Cook Island, dan alasan kapten kapal memilih jalur pelayaran melalui perairan Pulau Alor, NTT menuju Singapura.

“Menurut pengakuan kapten kapal, ada kerusakan pada mesin induk sehingga kapal tidak bisa dikendalikan dan terdampar di perairan Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Alor dan sekitarnya,” katanya.

Kapten kapal juga mengaku tidak tahu bahwa titik lokasi kapal karam itu berada di wilayah konservasi. Kapal karam di pesisir Kepulauan Alor, Kabupaten Alor dalam pelayaran dari Dili, Timor Leste menuju Singapura.

“Kalau soal kapal karam, kapten kapal mengaku telah melaporkan ke kantor pusat di Singapura, dan kepada pihak berwenang disertai titik koordinat,” kata Ganef mengutip keterangan kapten.

Kapal tersebut membawa bahan bakar minyak jenis solar dari Dili, Timor Leste dengan tujuan Singapura. Kapal yang dinakhodai Kapten Ahira Sroyer itu disertai 18 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut diketahui terdampar pada Jumat, 28 Desember 2018, tetapi baru dilakukan pemeriksaan pada Rabu, 2 Januari 2019 karena petugas dari Kupang baru tiba di Alor.

Kapal berbendera Cook Island (Kepulauan Cook) itu karam pada titik koordinat 0810`944″ Lintang Selatan (LS) dan 12425`53T” Bujur Timur (BT) di wilayah perairan laut sekitar Desa Aemoli.

(ALB)

Sulut ‘Tak Lepas’ dari Gempa

Manado: Gempa merupakan bencana alam yang tak bisa dilepaskan dari wilayah Sulawesi Utara. Sebab, wilayah itu berada di atas lempengan laut yang berpotensi mengakibatkan gempa tektonik.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko mengatakan potensi gempa di Sulut cukup tinggi. Sebab, aktivitas subduksi masih sering terjadi.

“Nah justru akan aneh bila Sulut tak mengalami gempa,” ujar Edward di Manado, Jumat, 4 Januari 2019.

Menurut Edward, wilayah-wilayah yang terdapat aktivitas subduksi tersebut seperti di wilayah perairan Maluku Utara-Bitung, Sulut. Ada juga di selatan Filipina yang memanjang ke wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Ada juga dari Gorontalo yang memanjang ke Kabupaten Minahasa Selatan Sulut. Sehingga memang wilayah-wilayah ini kerap kali dilanda gempa,” terangnya.

Gempa akan dirasakan di seluruh wilayah Sulut jika kekuatan gempa cukup besar. Gempa di Sulut juga bersifat aktif seiring dengan pergerakan lempengan di perairan-perairan tersebut.

“Namun tak semua gempa bisa dirasakan. Sering juga gempa hanya bisa dirasakan alat pendeteksi namun tak dirasakan masyarakat. Ini yang harus dipahami juga,” bebernya.

Masyarakat, ujar Edward, harus diberi edukasi yang baik terkait dengan penanganan atau antisipasi bencana lantaran gempa. Sebab, kata dia, tak semua gempa bisa menyebabkan kerusakan atau tsunami.

Edukasi ini, ujarnya, bisa membuat masyarakat paham sehingga tak termakan dengan informasi bohong. 

“Edukasi juga bisa membuat masyarakat sadar akan ancaman bencana sehingga dapat meminimalisasi korban saat terjadi gempa besar yang berpotensi tsunami,” bebernya.

(RRN)

Sulut Diprediksi Hujan hingga Juni

Manado: Stasiun Klimatologi Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), memperkirakan sejumlah wilayah Sulut akan diguyur hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Minahasa Utara Asep Hendrawan menyebutkan prediksi iklim secara keseluruhan pada Februari hingga Juni 2019 di Sulut akan terjadi curah hujan menengah hingga tinggi.

“Untuk curah hujan yang cukup tinggi tersebut diperkirkan akan terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Utara,” kata Asep, Jumat, 4 Januari 2019 di Minahasa Utara.

Menurutnya, curah hujan yang cukup tinggi di kedua wilayah itu akan terjadi pada Februari hingga Maret 2019. Sehingga dia menyarankan agar pemerintah maupun warga di wilayah itu, mulai mengantisipasi potensi-potensi bencana. Apalagi kedua wilayah itu kerap dilanda banjir kala musim hujan tiba.

Meski sejumlah wilayah diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi, Asep menyebutkan curah hujan secara keseluruhan di Sulut terpantau melemah.

“Hal ini seiring dengan dinamika ENSO (El Nino-Southern Oscillation) yang melemah. Dalam bahasa awamnya, uap air yang ada di Indonesia, tersedot ke wilayah Pasific yang kondisinya lebih hangat. Sehingga proses terbentuknya awan hujan lebih sedikit di wilayah Indonesia yang mempengaruhi curah hujan,” jelasnya.

Asep juga meminta masyarakat tetap waspada dengan potensi curah hujan pada Januari 2019. Sebab sesuai prediksi, puncak curah hujan tinggi akan berlangsung sepanjang Januari ini.

Di sisi lain, Asep juga meminta masyarakat di wilayah perbatasan mewaspadai potensi angin kencang dan puting beliung. Fenomena itu terjadi lantaran adanya penurunan suhu udara di selatan Filipina.

“Sehingga wilayah seperti Talaud dan Sangihe langsung terdampak karena di sana merupakan wilayah terdekat dengan Filipina,” ujarnya 

(RRN)

Gempa 5,4 SR Guncang Halmahera

Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Jakarta: Gempa berkekuatan 5,4 skala Richter (SR) mengguncang Halmahera Selatan. Gempa tektonik bermagnitudo cukup kuat ini terjadi pada 17.54 WIB, Sabtu, 5 Januari 2019.

Pusat gempa berkoordinat di 0,85 Lintang Selatan dan 127,54 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi di laut dengan sekitar 23 kilometer arah selatan Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa disebabkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun (normal fault).

Guncangan dirasakan, antara lain di daerah Labuha dengan intensitas III MMI, Weda dan Gane Barat dengan intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 

(SUR)

Pesona Budaya di Timur Bali

Desa Tenganan menjual hasil kerajinan tangan dan kain tradisional tenun pagringsingan dan kuliner (Foto:Dok.MetroTV)

Jakarta: Daya tarik Pulau Bali tidak hanya pada bentang alam yang indah, namun juga pada adat istiadat di tengah masyarakatnya. 

Salah satu desa yang masih kental nilai tradisionalnya adalah Desa Tenganan. Desa yang biasa disebut Desa Bali Aga atau Bali Asli itu terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, sebelah timur Pulau Bali. 

Kehidupan masyarakat di sana masih berpegang teguh pada aturan tradisional adat atau awig-awig, yang diwariskan nenek moyang mereka sejak sejak abad 11 dan diperbarui pada 1842.

Tak seperti daerah lainnya di Bali yang terpapar kehidupan modern dan pariwisata dengan menjamurnya kafe dan hotel, di Desa Tenganan semua masih alami. Bahkan, masyarakat di sana pun masih menggunakan sistem barter dalam bertransaksi ekonomi sehari-hari.

Untuk menggenjot sektor pariwisata, warga Desa Tenganan menjual hasil kerajinan tangan kepada para turis berupa anyaman bambu, ukiran, dan lukisan mini di atas daun lontar. Ada juga kain tradisional tenun pagringsingan dan kuliner Desa Tenganan. 

Saksikan selengkapnya eksotisme Desa Tenganan dalam program IDEnesia Pesona Budaya Timur Bali pada Minggu, 6 Januari 2019, pukul 21.30 WIB, di Metro TV.

(ROS)

30 Gempa Susulan Terjadi di Perairan Halmahera

Manado: Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Senin dini hari, 7 Januari 2019. Sejak dini hari tadi, tercatat 30 kali gempa susulan terjadi di perairan Halmahera Barat.

Kepala Seksi data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Mengko mengatakan pusat gempa 6,6 SR itu terjadi di 2,36 Lintang Utara dan 127,74 Bujur Timur. Lokasinya berada di kedalaman 10 Kilometer dengan jarak 146 Km arah barat laut di Halmahera Utara.

Guncangan gempa dirasakan hingga wilayah Manado, Sulawesi Utara. Gempa, lanjut Edward, tak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 14.00 WITA, gempa susulan terjadi 30 kali. Ini biasa terjadi cukup besar. Di mana batuan yang patah atau bergeser akan mencari kestabilan, sehingga masih mengeluarkan energi berupa gempa susulan,” kata Edward.

Kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari 3,8 hingga 5,1 SR. 

(RRN)

Tiga Anak di Flores Tewas Tertimbun Longsor

Flores: Sebanyak tiga dari empat orang, warga Desa Hale, Kecematan Mapitara di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur tewas tertimbun tanah longsor, Senin, 7 Januari 2019. Satu lainnya bernama Marselinus Moa alias Doli, 20, kritis.

“Para korban menambang pasir dan terjadi longsor,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka Tini Thadeus saat dihubungi Media Indonesia.

Menurut Tini, tiga korban yang masih anak-anak itu ialah, Silversius Silik, 10, Petrus Afriandi, 10, dan Emanuel Jefrianto , 8. Sedangkan dua orang lainnya dilaporkan selamat dalam musibah tersebut yakni Wilhelmus Wirianto, 18, dan Ifantus Nong Guntu, 18. 

Musibah terjadi sekitar pukul 06.00 Wita, warga dan pemerintah daerah setempat langsung melakukan evakuasi, karena peralatan terbatas, evakuasi seluruh korban baru berhasil setelah tim SAR tiba dari Kota Maumere.

“Informasinya sebelum kejadian, para korban menggali pasir di gunung pasir di wilayah itu,” kata Tini.

Menurut Tini, selain BPBD, tim penolong juga berasal dari SAR, TNI, dan Polri. Tini mengatakan komunikasi antara tim penolong dengan pemerintah daerah terputus karena tidak ada sinyal telepon di lokasi kejadian. “Saat ini petugas masih di lokasi kejadian,” tambahnya. 

(ALB)

Enam RS di Sulsel Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan

Makassar: Sebanyak enam rumah sakit di Sulawesi Selatan menghentikan layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan. Alasannya fasilitas kesehatan (Faskes) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2019 harus sudah memiliki sertifikat akreditasi.

Sertifikat akreditasi merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit yang melayani Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pihak BPJS menyebutkan, kewajiban itu tertuang dalam Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, pasal 67 menyebut, untuk Faskes swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Dengan memberlakukan itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Makassar Ichwansyah Gani, menjelaskan ada sejumlah rumah sakit di Sulsel yang belum punya akreditasi.

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Utama BPJS Nomor 063/III/2019, rumah sakit yang tidak memiliki akreditasi itu, diberi waktu hingga 30 Juni 2018 ini untuk perpanjangan kontrak.

Rumah sakit tersebut adalah RS Elim Rantepao di Toraja Utara, RS Stella Maris Makassar, RSKDIA Pertiwi Makassar, RD Siti Fatimah Kota Makassar, RS Datu Pancaitana di Kabupaten Bone dan RS Mega Buana di Kota Palopo

“Semoga saja masalah akreditasi bisa diselesaikan, sehingga masih bisa bekerja sama,” seru Ichwansyah.

Menurut Ichwansyah, alasan harus adanya akreditasi itu, untuk menunjang pelayanan kesehatan peserta jaminan kesehatan nasional sudah jelas. Sementara bagi rumah sakit yang telah melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan terakreditasi, tetap melakukan perpanjangan kontrak kerja sama dalam pelaksanaan jaminan kesehatan. 

(ALB)